Analisis Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Penjualan Jagung Pada PT.CMK Pasuruan
Abstract
Jagung adalah salah satu produk pertanian penting yang berperan krusial dalam memenuhi kebutuhan pangan dan industri di Indonesia. Permintaan akan jagung berkualitas, khususnya jagung Grade A, terus meningkat seiring dengan berkembangnya sektor pengolahan makanan. Situasi ini mengharuskan perusahaan distribusi jagung untuk memiliki strategi pemasaran yang efektif demi menjaga daya saing dan meningkatkan penjualan. PT. CMK yang beroperasi di Kabupaten Pasuruan terfokus pada pemasaran dan distribusi jagung untuk kebutuhan industri serta menjalin kerjasama dengan para petani sebagai mitra pemasok bahan baku. Dalam operasionalnya, PT. CMK memiliki beberapa keunggulan, termasuk jenis produk jagung yang variatif (beras jagung, jagung pecah, dan tepung jagung), fasilitas pascapanen dengan metode pengeringan sinar matahari yang menjaga kualitas jagung industri, serta harga yang bersaing. Meskipun demikian, perusahaan juga menghadapi beberapa tantangan, seperti strategi promosi yang kurang luas, pemanfaatan platform digital yang belum maksimal, dan biaya distribusi yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan analisis strategis yang menyeluruh untuk merumuskan strategi pemasaran yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengkaji pandangan responden terhadap elemen pemasaran (produk, harga, tempat, promosi) jagung di PT. CMK Pasuruan; 2) Mengembangkan strategi pemasaran yang efektif melalui analisis faktor internal dan eksternal dengan menggunakan matriks SWOT, IFAS, EFAS, SPACE, dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM).
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian berada di PT.CMK Kabupaten Pasuruan yang beralamat di Jl. Krajan, Kedemungan, Kecamatan Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan, yaitu November 2025 hingga Januari 2026. Populasi penelitian mencakup seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan pemasaran jagung, yaitu petani mitra, manajemen perusahaan, distributor, serta konsumen sehingga total responden sebanyak 104 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan pertimbangan responden memiliki keterlibatan langsung dan pemahaman terhadap strategi pemasaran perusahaan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert untuk menilai persepsi terhadap unsur bauran pemasaran. Analisis data dilakukan melalui tahapan identifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman), penyusunan matriks IFAS dan EFAS, penentuan posisi strategis melalui Matriks SPACE, serta penentuan prioritas strategi menggunakan QSPM.
Hasil riset menunjukkan bahwa keadaan internal PT. CMK Pasuruan tergolong solid dengan skor IFAS mencapai 3,54. Kekuatan utama dari perusahaan ini mencakup keberagaman produk jagung, fasilitas pengolahan pascapanen sun dry yang mampu mempertahankan kualitas jagung untuk industri (food grade), serta harga yang bersaing. Di sisi lain, kelemahan yang signifikan terletak pada aktivitas promosi yang masih terbatas, tingginya biaya distribusi, dan penggunaan media digital yang belum optimal. Dari segi eksternal, peluang yang dimiliki perusahaan jauh lebih besar daripada ancaman dengan skor peluang sebesar 2,17. Sumber utama peluang berasal dari meningkatnya kebutuhan akan jagung berkualitas, dukungan dari kebijakan pemerintah, dan perkembangan dalam sistem logistik serta promosi digital. Berdasarkan analisis Matriks SPACE, posisi strategis PT. CMK Pasuruan berada di Kuadran I yang menunjukkan adanya strategi pertumbuhan agresif (growth strategy). Selanjutnya, hasil analisis Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) menunjukkan strategi prioritas dengan nilai Total Attractiveness Score (TAS) tertinggi, yaitu meluaskan wilayah pemasaran dengan dukungan sistem distribusi yang lebih efektif. Strategi ini dianggap paling relevan karena dapat memanfaatkan kekuatan internal perusahaan seperti keragaman produk dan kualitas jagung food grade, sekaligus memanfaatkan peluang dari peningkatan permintaan jagung industri. Selain itu, strategi pendukung lainnya adalah mengoptimalkan fasilitas pengolahan pascapanen untuk memenuhi permintaan pasar industri berkualitas tinggi serta meningkatkan variasi produk jagung untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar PT.CMK Pasuruan memprioritaskan ekspansi wilayah pemasaran, meningkatkan efisiensi sistem distribusi, mempertahankan dan meningkatkan kualitas jagung food grade melalui pengendalian mutu pascapanen, serta memperkuat promosi berbasis digital guna memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing secara berkelanjutan.
