Analisis Pembelian Buah Impor (Studi Kasus Di Fresh Fruid, Tlogomas, Lowokwaru, Kota Malang)
Abstract
Buah merupakan salah satu kebutuhan yang penting dalam memenuhi gizi tubuh sehingga tidak jarang ada banyak konsumen yang mengonsumsi buah-buahan untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Buah impor masuk dalam salah satu jenis buah yang banyak diminati oleh konsumen karena beberapa alasan yaitu karena buah impor mudah ditemukan dan tersedia sepanjang tahun serta terdapat factor-faktor lain yang mempengaruhi konsumen untuk membeli buah impor. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mendeskiripsikan atribut buah impor di Kota Malang. 2) untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli buah impor di Kota Malang.
Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditentukan melalui studi kasus di Fresh Fruid, Tlogomas, Lowokwaru, Kota Malang. Teknik pemilihan sampel yang dipakai adalah Accidental Sampling, yaitu cara mengumpulkan data dari responden yang merupakan pembeli buah impor di tempat penelitian dan mau menjadi responden dalam studi ini di Fresh Fruid. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 100 responden. Dalam penelitian ini, pendekatannya adalah deskriptif kuantitatif, di mana tujuan pertama adalah menghitung dan mendeskripsikan secara rinci hasil dari pernyataan responden mengenai atribut buah impor. Untuk menganalisis tujuan kedua, yaitu faktor-faktor yang memengaruhi konsumen dalam membeli buah impor, digunakan metode analisis regresi logistik.
Berdasarkan data hasil penelitian diketahui bahwa responden pada penelitian ini mayoritas berusia 21-25 tahun sebanyak 41% dari total 100 responden, pendidikan rata-rata SMA/Sederajat dan Diploma 4/Sarjana masing-masing sebanyak 33%, mayoritas responden memiliki pendapatan Rp. 2.000.000 - <4.000.000 sebanyak 39%, dan jumlah anggota keluarga mayoritas terdiri dari 1 – 2 orang anggota sebanyak 46%.
Hasil analisis deskriptif kuantitatif menunjukkan bahwa atribut buah impor cenderung sama dengan atribut buah lokal dimana terdapat 2 atribut buah impor yaitu konsistensi rasa buah (3,1) dan warna kulit buah yang lebih cerah (3) memiliki skor yang menunjukkan netral artinya, dalam hal ini berdasarkan 2 atribut yang sudah disebutkan menunjukkan bahwa buah impor dan buah lokal hampir sama. Sedangkan satu atribut buah lainnya yaitu ukuran buah impor memiliki skor 2,6 yang menunjukkan tidak setuju artinya, ukura buah impor dan buah lokal relatif sama.
Kemudian, berdasarkan uji model yang digunakan yaitu hasil analisis Uji Chi-Square menunjukkan bahwa hasil Omnibus Test of Model Coeficient nilai signifikansi yang didapat Adalah sebesar 0,009 < 0,05 maka terima H1, artinya semua variabel independent yaitu gaya hidup, tampilan produk, dan seterusnya secara Bersama-sama mampu menjelaskan variabel dependen yaitu pembelian buah impor di Fresh Fruid. Analisis Uji Log Likelihood menunjukkan bahwa nilai Nagelkarke R Square yaitu sebesar 0,247 atau 24,7% yang artinya kemampuan variabel independent yaitu gaya hidup, tampilan produk, pendapatan, harga, dan seterusnya mampu menjelaskan variabel dependen yaitu pembelian buah impor di Fresh Fruid sebesar 24,7% sedangkan 75,3% lainnya dijelaskan oleh faktor lain seperti promosi, lokasi, dan pelayanan. Uji berikutnya yaitu Uji Goodness of Fit menunjukkan bahwa hasil Uji Hosmer and Lemeshow Test diperoleh nilai X2hitung 18.436 > X2tabel 15.507 atau diperoleh nilai signifikansi yaitu sebesar 0,018 < 0,05 maka menolak H0 yang berkesimpulan bahwa model tidak dapat diterima karena ada perbedaaan yang signifikan antara model dengan nilai observasinya. Analisis terakhir yaitu analisis regresi logistic dari hasil uji wald diketahui bahwa secara pasrsial variabel pendapatan (X3), harga (X5), dan usia (X6) berpengaruh signifikan terhadap pembelian buah impor (Y). Sedangkan variabel gaya hidup (X1), tampilan produk (X2), manfaat (X4), jumlah anggota keluarga (X7), dan pendidikan (X8) tidak berpengaruh secara segnifikan.
Berdasarkan pada hasil penelitian diatas, maka diperoleh kesimpulan yaitu terdapat 3 variabel independent yang signifikan diantaranya yaitu varibel harga, pendapatan, dan ekonomi, sedangkan beberapa variabel lainnya yang tidak signifikan seperti gaya hidup, tampilan produk, dan seterusnya tidak berpengaruh secara signifikan.
Berdasarkan pada hasil penelitian maka, saran yang diberikan terhadap pelaku usaha yaitu agar lebih focus memperbaiki berbagai elemen seperti atribut buah harus memilih buah yang benar-benar mampu membedakan antara buah impor dan buah lokal dan juga konsumen juga dapat lebih kritis dalam memilih membeli buah impor atau buah lokal dengan adanya perbedaan kualitas dan harga yang relatif sama.
