Preferensi Konsumen Terhadap Gula Pasir Premium Di Pasar Modern Kota Malang
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi konsumen terhadap gula pasir premium yang dijual di pasar modern Kota Malang serta mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah ketidakseimbangan antara konsumsi dan produksi gula nasional, di mana konsumsi gula terus meningkat tiap tahun sedangkan produksi dalam negeri cenderung menurun, sehingga Indonesia harus melakukan impor. Salah satu penyebab tingginya permintaan terhadap gula impor adalah persepsi masyarakat mengenai kualitas produk gula nasional yang dianggap masih rendah.
Fenomena tersebut mendorong perlunya pemahaman lebih lanjut mengenai preferensi konsumen, terutama dalam hal pemilihan gula pasir premium yang kini banyak tersedia di pasar modern. Gula pasir premium memiliki beberapa keunggulan dibandingkan gula biasa, seperti kemasan yang lebih menarik, sertifikasi halal, kualitas yang lebih konsisten, serta persepsi nilai tambah yang lebih tinggi. Namun demikian, harga gula premium yang cenderung lebih mahal menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi konsumen dari kelompok pendapatan menengah ke bawah.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei terhadap 110 responden yang diperoleh dengan teknik accidental sampling. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja pada beberapa pasar modern di Kota Malang. Data yang dikumpulkan merupakan data primer melalui kuesioner menggunakan skala Likert, serta data sekunder dari lembaga resmi. Untuk menganalisis pengaruh variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat (keputusan pembelian), digunakan analisis regresi logistik (logit). Variabel-variabel bebas dalam penelitian ini meliputi kualitas harga (X1), pendapatan (X2), tampilan fisik (X3), kualitas (X4),tempat (X5), dan pendidikan terakhir (X6).
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan berusia produktif dengan tingkat pendidikan sarjana dan penghasilan antara Rp4.00.000–Rp6.00.000 per bulan. Produk gula pasir premium yang paling banyak dipilih adalah merek Rosebrand, diikuti oleh merek Gulaku, Kebon Agung, dan Mawar Jaya. Sebagian besar responden membeli gula sebanyak satu hingga dua kali dalam sebulan. Persepsi terhadap atribut produk menunjukkan bahwa pendidikan memperoleh skor tertinggi dalam skala Likert.
Pada analisis regresi logistik, diperoleh model persamaan sebagai berikut: Y = Ln Pi/(1-Pi)=-2.140 – 0.630X1 – 0.479X2 - 0,486X3 + 0,071X4 - 0.375X5 + 1.509X6
Hasil ini menunjukkan bahwa variabel harga, pendapatan, dan pendidikan memberikan pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian gula pasir premium. Selanjutnya dilakukan Uji Chi-Square (Omnibus Test of Model Coefficients) yang menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,046 (lebih kecil dari 0,05), yang berarti bahwa secara simultan seluruh variabel independen yang dimasukkan ke dalam model regresi logistik berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen.
Uji -2 Log Likelihood dilakukan untuk menilai kecocokan model. Nilai -2LL pada model awal (Block 0) adalah 122,037 sedangkan pada model akhir (Block 1) turun menjadi 3102,664, yang menunjukkan bahwa model dengan variabel independen lebih baik dibanding model tanpa variabel. Penurunan nilai ini menjadi indikasi bahwa model yang digunakan sesuai. Untuk mengukur ketepatan dan kekuatan prediksi model, dilakukan uji Nagelkerke R Square, dan diperoleh hasil sebesar 0,354. Hal ini berarti bahwa sebesar 35,4% variabilitas keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel-variabel bebas yang digunakan dalam model, sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model.
Uji Hosmer and Lemeshow Goodness of Fit Test digunakan untuk menguji kelayakan model regresi logistik. Nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,356 (lebih besar dari 0,05) menunjukkan bahwa model dapat diterima dan sesuai dengan data observasi (fit). Artinya, tidak terdapat perbedaan signifikan antara hasil prediksi model dan data aktual. Selanjutnya, dilakukan Uji Parsial (Wald Test) untuk menguji signifikansi masing-masing variabel secara individu. Hasil uji menunjukkan bahwa variabel harga (X1) dengan nilai signifikansi 0,037, pendapatan (X2) dengan nilai 0,019, dan pendidikan (X6) dengan nilai 0,001 memberikan pengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian. Sementara variabel lainnya tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara parsial.
Berdasarkan keseluruhan hasil uji, dapat disimpulkan bahwa keputusan konsumen untuk membeli gula pasir premium di pasar modern Kota Malang sangat dipengaruhi oleh persepsi mereka terhadap harga, dan pendapatan, serta didorong oleh tingkat pendidikan yang memungkinkan untuk memilih produk dengan harga lebih timggi. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa produsen perlu menjaga dan meningkatkan standar mutu produk serta desain kemasan yang menarik untuk menarik minat konsumen.
