Analisis Efisiensi Teknis Produktivitas Wortel Di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu: Pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA)
Abstract
Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Sayuran merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai tambah bagi pembangunan nasional karena memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu usahatani yang sederhana untuk dilakukan adalah budidaya wortel. Kota Batu merupakan daerah produsen wortel terbesar ke-3 di Jawa Timur. Produktivitas tanaman wortel di Kota Batu mencapai 18,13 ton/ha dengan total produksi sebesar 8.413,2 ton dan total luas lahan 464 ha. Rata - rata nasional untuk produksi wortel per hektar adalah 16,31 ton/ha. Desa Bulukerto adalah salah satu desa di Kota Batu yang berarti desa tersebut berkemungkinan juga menyumbang angka produksi wortel di Kota Batu. Jadi, peneliti memutuskan beberapa hal untuk diteliti meliputi; 1) rasio penerimaan dan biaya yang dikeluarkan petani di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, dan 2) tingkat produktivitas yang tidak stabil di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Dan tujuan peneliti meliputi; 1) mengetahui kelayakan usahatani di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, dan 2) mengetahui tingkat efisiensi teknis produktivitas wortel di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2025 sampai Mei 2025 di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) dan berdasarkan pertimbangan khusus, mengingat daerah ini termasuk dataran tinggi yang memiliki potensi besar untuk menghasilkan komoditas wortel. Jumlah sampel yang digunakan 54 responden yang dihitung berdasarkan rumus Slovin dan metode pengambilan sampel dengan simple random sampling dimana pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan undian nomor di tempat yang menjadi tujuan penelitian. Dalam mencapai tujuan penelitian dilakukan beberapa analisis dengan metode yang berbeda. Adapun analisis kelayakan usahatani wortel menggunakan metode analisis R/C ratio dengan memperhitungkan biaya total, penerimaan dan pendapatan. Sedangkan, analisis efisiensi teknis produktivitas wortel menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA) dengan bantuan software DEAP versi 2.1. yang bertujuan untuk mengetahui penambahan atau pengurangan input yang harus dilakukan petani wortel.
Berdasarkan hasil analisis, metode analisis R/C ratio menunjukkan nilai sebesar 2,46 (layak diusahakan atau efisien secara biaya) dengan rata - rata biaya tetap sebesar Rp468.626/musim, biaya variabel sebesar Rp5.852.932/musim, biaya total sebesar Rp6.321.558/musim, penerimaan sebesar Rp15.540.000 dan pendapatan sebesar Rp9.218.442.
Sedangkan, metode analisis Data Envelopment Analysis (DEA). menunjukkan bahwa rata - rata efisiensi teknis usahatani wortel mencapai 0,953 atau 95,3%. Nilai efisiensi teknis tertinggi yang dicapai adalah 1 atau 100%, sementara yang terendah berada pada angka 0,722 atau 72,2%. Sejumlah 29 petani atau 53,7% dari reponden telah mencapai efisiensi teknis penuh atau full efficient (ET=1), sedangkan 25% atau sebanyak 25 petani belum mencapai efisieni teknis (ET<1). Dari hasil pengukuran Scale Efficiency, diketahui bahwa 35% dari petani wortel di Desa Bulukerto (sebanyak 19 petani) beroperasi pada skala efisiensi CRS (Constant Return to Scale), sementara 61% (sebanyak 33 petani) beroperasi pada skala efisiensi IRS (Increasing Return to Scale), dan 4% (sebanyak 2 petani) lainnya berada pada skala efisiensi DRS (Decreasing Return to Scale). Hubungan kedua analisis tersebut menunjukkan bahwa petani yang layak diusahakan belum tentu efisien secara teknis, sedangkan petani yang efisien secara teknis sudah pasti layak untuk di usahakan.
Hasil dari hubungn kedua analisis tersebut menunjukkan bahwa petani yang memiliki R/C ratio > 1 atau layak diusahakan belum pasti sudah efisien secara teknis atau VRSTE = 1, sedangkan petani yang sudah efisien secara teknis atau VRSTE = 1 sudah dipastikan telah mencapai usahatani yang layak untuk diusahakan atau R/C ratio > 1.
Saran bagi para petani diharapkan dapat melakukan pengurangan input diantaranya benih 0,005 kg/ha, pupuk NPK 166,32 kg/ha, pupuk SP 11,433 kg, pupuk ZA 6,504 kg/ha, pupuk kandang 67,844 kg/ha, pestisida sebesar 0,701 liter/ha dan tenaga kerja 30,2 HOK/ha untuk mencapai target efisiensi teknis usahatani wortel. Saran bagi petani yang berada pada skala hasil IRS (Increasing Return to Scale) dapat mengurangi input untuk mencapai titik CRS (Constant Return to Scale). Sementara itu, untuk petani dengan skala hasil DRS (Decreasing Return to Scale) dapat mengurangi input untuk mencapai titik CRS.Saran yang dapat diberikan kepada peneliti selanjutnya yakni dapat menambah analisis yang belum diteliti dalam penelitian ini seperti efisiensi alokatif dan efisiensi ekonomi. Serta diharapkan adanya penelitian lebih lanjut terkait kombinasi output-input sesuai hasil analisis yakni pada nilai projected value yang harus dilakukan untuk mencapai efisiensi teknis usahatani wortel di Desa Bulukerto.
