| dc.description.abstract | Dalam masa perkembangan pasar yang semakin pesat, ditandai dengan persaingan antar pemasar yang menawarkan produk berkualitas dalam dunia bisnis. Salah satu persaingan dalam dunia usaha adalah persaingan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). UMKM di Indonesia memiliki peran yang luar biasa karena mampu menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat. Perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat membawa perubahan struktural yang dapat meningkatkan perekonomian daerah dan ketahanan ekonomi nasional. Pengembangan usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lebih dikenal dengan usaha informal. Dikatakan penting dan berkembang pesat karena jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat besar.
Dijelaskan bahwa pada tahun 1997-1998, dapat dikatakan bahwa sistem perekonomian, seperti sektor usaha mikro, kecil dan menengah, masih dapat beroperasi dan menjalankan kegiatannya tanpa ada batasan sehingga dalam situasi krisis tidak demikian. buruk karena pada saat itu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tidak dilarang bekerja. Berbeda dengan pandemi saat ini, semua sektor terdampak, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yang terjadi berupa fakta-fakta dalam penelitian dengan tujuan tertentu. Bahwa variabel tingkat daya beli dan kualitas pelayanan, secara simultan berpengaruh terhadap tingkat penjualan luluk supermarket. Sedangkan tingkat daya beli berpengaruh secara parsial terhadap tingkat penjualan luluk supermarket. sehingga tingkat penjualan luluk supermarket akan meningkat. Sedangkan variabel Service Quality berpengaruh secara parsial terhadap Tingkat Penjualan Luluk Supermarket. Ini akan meningkatkan tingkat penjualan swalayan Luluk
Kata kunci : Tingkat Penjualan, Tingkat daya Beli, kualitas Pelayanan | en_US |