Pengaruh Persepsi Manfaat, Persepsi Risiko, Dan Literasi Keuangan Terhadap Penggunaan Qris Oleh Umkm Di Era Ekonomi Digital (Studi Kasus Umkm Di Kota Malang)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi manfaat, persepsi
risiko, dan literasi keuangan terhadap penggunaan Quick Response Code
Indonesian Standard (QRIS) oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
(UMKM) di Kota Malang. QRIS merupakan sistem pembayaran digital yang
dikembangkan untuk memfasilitasi transaksi non-tunai secara lebih cepat, aman,
dan efisien dalam mendukung perkembangan ekonomi digital. Meskipun demikian,
tingkat adopsi QRIS oleh pelaku UMKM masih dipengaruhi oleh berbagai faktor
yang berkaitan dengan persepsi dan pemahaman terhadap teknologi pembayaran
digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei.
Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 170 pelaku UMKM di
Kota Malang yang menggunakan atau mengetahui sistem pembayaran QRIS.
Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data
dilakukan dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling – Partial
Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi manfaat
berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan QRIS oleh pelaku
UMKM. Sebaliknya, persepsi risiko berpengaruh negatif dan signifikan terhadap
penggunaan QRIS, yang menunjukkan bahwa tingkat kekhawatiran terhadap
potensi risiko dapat mempengaruhi keputusan penggunaan teknologi pembayaran
digital. Selain itu, literasi keuangan juga berpengaruh positif dan signifikan
terhadap penggunaan QRIS, yang menunjukkan bahwa semakin baik pemahaman
pelaku UMKM mengenai pengelolaan keuangan dan teknologi pembayaran digital,
maka semakin tinggi tingkat adopsi QRIS. Temuan penelitian ini memberikan
kontribusi pada pengembangan ilmu Sistem Informasi Akuntansi serta memberikan
implikasi praktis bagi pemerintah dan penyedia layanan pembayaran digital dalam
meningkatkan pemanfaatan QRIS oleh pelaku UMKM.
