Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Melon Sistem Greenhouse (Studi Kasus Pada Ud. Arif Jaya)
Abstract
Melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi karena permintaan pasar yang terus meningkat, baik domestik maupun ekspor. Namun, produksi melon di Indonesia masih mengalami fluktuasi akibat faktor iklim, serangan organisme pengganggu tanaman, serta rendahnya efisiensi budidaya konvensional. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, teknologi greenhouse menjadi alternatif strategis guna meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, dan stabilitas usaha pertanian. Sistem ini memungkinkan pengendalian iklim mikro dan efisiensi input produksi secara terukur. UD. Arif Jaya, sebagai pelaku usahatani melon di Kabupaten Lamongan, telah menerapkan sistem greenhouse dalam skala komersial, sehingga penting untuk dilakukan kajian kelayakan finansial atas investasi tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui biaya dan pendapatan usahatani melon UD. Arif Jaya serta mengetahui kelayakan finansial usahatani melon sistem greenhouse UD. Arif Jaya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan studi kasus pada UD. Arif Jaya. Data yang dianalisis adalah data pembiayaan dan penerimaan usahatani melon selama lima tahun (2020–2024), meliputi biaya investasi, biaya tetap, biaya variabel, dan penerimaan hasil panen. Penelitian dilakukan menggunakan indikator analisis investasi berupa Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), dan Payback Period (PBP). Selain itu, dilakukan pula analisis sensitivitas untuk menguji dampak perubahan harga jual dan biaya produksi terhadap kelayakan finansial usaha.
Hasil analisis pembiayaan menunjukkan bahwa total biaya usahatani melon per tahun terdiri atas, biaya tetap seperti penyusutan alat dan perawatan greenhouse, serta biaya variabel seperti benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja, kemasan, dan distribusi. Di sisi lain, penerimaan dari penjualan buah melon menunjukkan tren positif, sehingga secara keseluruhan usahatani menghasilkan keuntungan yang signifikan setiap musim tanam.
Berdasarkan analisis kelayakan, menunjukkan bahwa usahatani melon sistem greenhouse pada UD. Arif Jaya layak secara finansial. NPV bernilai positif, Net B/C > 1, IRR melebihi suku bunga acuan (6%), dan PBP lebih singkat dari umur ekonomis proyek. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usaha tetap layak meskipun terjadi perubahan biaya dan harga jual sebesar 5%. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani cukup tahan terhadap fluktuasi ekonomi mikro sektor hortikultura.
Penelitian ini merekomendasikan bahwa sistem greenhouse layak untuk dikembangkan sebagai pendekatan budidaya hortikultura modern yang efisien dan berkelanjutan. Pelaku usaha disarankan untuk terus memperkuat manajemen biaya, menjaga kualitas panen, serta menjalin kemitraan strategis untuk memperluas pasar. Pemerintah daerah juga diharapkan mendukung pengembangan teknologi
