Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Kopi Bubuk (Studi Kasus Pada Cv. Sultan Coffee Malang Raya)
Abstract
CV. Sultan Coffee merupakan usaha pengolahan dan pemasaran kopi bubuk yang berlokasi Perkembangan industri kopi bubuk Malang Raya menunjukkan dinamika persaingan yang semakin kompetitif, sehingga pelaku usaha dituntut memahami perilaku konsumen secara lebih komprehensif. CV. Sultan Coffee sebagai usaha kopi bubuk berbasis pesantren memiliki potensi pasar yang cukup besar, namun tetap menghadapi tantangan dalam mempertahankan dan meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Keputusan pembelian diduga dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi konsumen (umur, pendidikan, dan pendapatan) serta faktor bauran pemasaran (produk, harga, promosi, dan tempat/distribusi). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian kopi bubuk CV. Sultan Coffee Malang Raya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian survei. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di CV. Sultan Coffee Kota Malang. Data yang digunakan berupa data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 80 responden konsumen yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah keputusan pembelian yang bersifat dikotomis (membeli = 1; tidak membeli = 0), sedangkan variabel independen meliputi umur, pendidikan, pendapatan, produk, harga, promosi, dan tempat/distribusi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik biner dengan pengujian parameter melalui uji Wald pada taraf signifikansi 5% untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel terhadap probabilitas keputusan pembelian.
Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel pendidikan, produk, harga, promosi, dan tempat berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan umur dan pendapatan tidak berpengaruh signifikan. Variabel pendidikan berpengaruh positif dan sangat signifikan (Sig. < 0,001; Exp (B) = 2,763), yang berarti peningkatan tingkat pendidikan meningkatkan peluang keputusan pembelian sebesar 2,763 kali. Variabel produk berpengaruh positif signifikan (Sig. 0,001; Exp (B) = 72,740) dan menjadi faktor yang paling dominan dalam meningkatkan probabilitas pembelian. Variabel promosi (Sig. 0,028; Exp (B) = 7,963) dan tempat (Sig. 0,012; Exp(B) = 11,768) juga berpengaruh positif signifikan. Sebaliknya, variabel harga berpengaruh negatif signifikan (Sig. 0,022; Exp (B) = 0,054), yang menunjukkan bahwa kenaikan harga menurunkan peluang keputusan pembelian. Variabel umur (Sig. 0,399) dan pendapatan (Sig. 0,978) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan hasil tersebut, CV. Sultan Coffee disarankan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk sebagai faktor dominan, menetapkan strategi harga yang kompetitif, memperkuat promosi, serta memperluas dan mempermudah akses distribusi guna meningkatkan keputusan pembelian konsumen dan memperkuat daya saing usaha di pasar kopi bubuk Kota Malang.
